Demi Allah aku sama sekali nggak menyesali keadaanku sekarang.
Masuk ke jurusan IPS memang pilihanku sendiri, bukan atas paksaan orang lain.
Lalu, sekarang ya alhamdulillah sudah mampu tawakal menjalani, bangga mengakui juga.
Yang ipa jg belum tentu semuanya bisa jd orang berhasil ke depannya.
Anak ipa yang males-malesan? Banyak.
Anak yang masuk ke jurusan ipa sekedar untuk mencari ketenaran? Udah umum. Banyak banget.
Anak yang masuk ipa cuma karena pengen terlihat lebih "wah" dari temennya yang di jurusan ips? Gak keitung.
Sedih jg sih dengerin gunjingannya anak ipa buat anak ips.
Dari dulu ips dianggap remeh, urakan, dan kumpulan nakanak nggak pinter.
Yaa, kalau dulu sih percaya aja.
Tapi sekarang, masih aja nganggep remeh anak ips? Haha. Itu keliru kak.
Gini ya, anak ips juga banyak yang pinter.
Nggak semua anak ips adalah anak urakan dan banyak juga anak ips yang tahu sopan santun.
Anak ips bahkan dibiasakan untuk lebih percaya diri, memimpin suatu forum, menyampaikan materi, bahkan aktif dalam kegiatan diskusi atau debat mengenai tema tertentu.
Anak ips di ajarkan bagaimana cara untuk berani mengungkapkan pendapat, memunculkan potensi diri, membangun dan mewujudkan suatu tujuan.
Bukan hanya melulu membahas teori.
Anak ips yang berhasil meraih penghargaan juga banyak.
Mungkin pertanyaan orang-orang di luar adalah:
"Masuk ips besok bisa jadi apa?"
Ihh gemes banget sama pertanyaan yang satu ini.
Oke, kali ini aku mau sebutin. Tapi cuma beberapa. Yakali kalau semuanya, sampe dua bulan ke depan mungkin belum kelar aku nulisnya..
Langsung aja ya,
Jebolan ips bisa jadi seorang psikolog, sosiolog, sejarawan, akuntan publik, kerja di kantor pajak, kerja di bank, bisa jadi guru, dosen, wirausahawan, pengusaha, sarjana ekonomi, sarjana akuntansi, sarjana akuntansi manajemen bisnis, sarjana ilmu antropologi&sosiologi, sarjana ilmu sejarah dan masih banyak yang lainnya.
Tunggu, para pempimpin di Indonesia sebagian besar juga berasal dari lulusan IPS, lho.
Aktivis partai politik, DPR, Bupati, Gubernur, bahkan Presiden? Bisa banget.
Inti dari ulasan aku kali ini adalah:
Semua bisa diraih. Bukan terpacu pada jurusan apa yang diambil saat menempuh pendidikan.
Jurusan hanya menjadi tangga penuntun untuk kita meraih impian dan tujuan kita.
Semua tergantung pada niat, seberapa besar kita berjuang, seberapa tekun kita berusaha, seberapa gigih diri kita percaya.
Kita semua memiliki potensi untuk berhasil. Dan kembali lagi, semua tergantung pada usaha kita untuk meraihnya.
Ps: So, berhentilah merendahkan anak ips yaa say! I love you! 💋
I Share What I Want To Share. Hanya tulisan mengenai apa yang saya fikirkan, apa yang saya rasakan, dan apa yang saya ketahui. Tidak lebih dari sekedar diary😊
Rabu, 20 Juli 2016
Minggu, 17 Juli 2016
Pesanku untukmu, adikku..
Aku punya ribuan keterbatasan dan ketidakmampuan. Jika mereka mengatakan aku termasuk merupakan anak yang berprestasi, mungkin mereka belum mengetahui kalau aku mempunyai banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan. Pengetahuanku masih sangat terbatas, hubungan sosial ku pun kurang baik, aku adalah seorang yang sukar menyatu dengan lingkungan.
Tapi aku tetap memiliki pengharapan dan impian yang tinggi. Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan tetap terus belajar,demi masa depanku, demi penghidupanku kelak di masa yang akan datang, dan demi generasiku yang semoga semakin baik.
Teruntuk adikku, aku sangat mengharapkan banyak hal darimu. Aku tahu kau lebih berpotensi daripada aku. Aku tahu kau lebih mampu dan memiliki banyak peluang yang dapat kau manfaatkan sebaik mungkin.
Semua yang mengenal kita pun pasti juga mengetahui, bahwa kau punya banyak hal yang tidak ku punyai.
Kau lebih cepat mengerti, kau cepat menyatu dengan lingkungan barumu dan orang-orang di sekitarmu, kau lebih berani dalam berpendapat, kau lebih memiliki sifat yang patut dijadikan sebagai seorang pemimpin.
Aku berharap banyak padamu.
Maafkan aku, apabila aku tak terlalu banyak memberimu bekal untuk kehidupanmu. Maafkan apabila aku jauh dari kesempurnaan sebagai tauladan bagimu. Maafkanlah karena aku bukan seorang kakak terbaik.
Aku berpesan dan berharap, jadilah kau anak yang cerdas, berani, dan aktif. Jadilah orang yang berguna dan membanggakan. Berjanjilah bahwa kau akan memperoleh kehidupan yang lebih baik daripada aku. Berjanjilah bahwa kau akan mampu menjadi kebanggaan orangtua mu.
Tapi aku tetap memiliki pengharapan dan impian yang tinggi. Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan tetap terus belajar,demi masa depanku, demi penghidupanku kelak di masa yang akan datang, dan demi generasiku yang semoga semakin baik.
Teruntuk adikku, aku sangat mengharapkan banyak hal darimu. Aku tahu kau lebih berpotensi daripada aku. Aku tahu kau lebih mampu dan memiliki banyak peluang yang dapat kau manfaatkan sebaik mungkin.
Semua yang mengenal kita pun pasti juga mengetahui, bahwa kau punya banyak hal yang tidak ku punyai.
Kau lebih cepat mengerti, kau cepat menyatu dengan lingkungan barumu dan orang-orang di sekitarmu, kau lebih berani dalam berpendapat, kau lebih memiliki sifat yang patut dijadikan sebagai seorang pemimpin.
Aku berharap banyak padamu.
Maafkan aku, apabila aku tak terlalu banyak memberimu bekal untuk kehidupanmu. Maafkan apabila aku jauh dari kesempurnaan sebagai tauladan bagimu. Maafkanlah karena aku bukan seorang kakak terbaik.
Aku berpesan dan berharap, jadilah kau anak yang cerdas, berani, dan aktif. Jadilah orang yang berguna dan membanggakan. Berjanjilah bahwa kau akan memperoleh kehidupan yang lebih baik daripada aku. Berjanjilah bahwa kau akan mampu menjadi kebanggaan orangtua mu.
Langganan:
Komentar (Atom)