Namaku Hasna.
Tahun ini aku resmi berusia 20 tahun.
Tinggi badanku hanya seratus empat puluhan dan berat badanku belum pernah mencapai 40 kg.
Selain bertubuh kecil, pendek, dan kurus, aku juga berkulit coklat, wajahku berpori besar, kusam, dan mudah berjerawat.
Kalimat diatas sedikit banyak menjelaskan tentang seperti apa diriku. Sekaligus mengutip perkataan-perkataan orang yang sering dilontarkan kepadaku.
Sebelumnya, aku akan kutip juga penjelasan singkat mengenai "body shaming" .
"Body shaming" adalah tindakan mengomentari bentuk fisik seseorang. Entah itu sengaja atau tidak, namun hal ini bisa berpengaruh ke masalah mental orang yang dikomentari.
Dikutip dari: (https://www.idntimes.com/life/inspiration/rismayanti/hati-hati-5-contoh-perkataan-ini-termasuk-body-shaming-lho-c1c2)
Lalu, hal pertama yang akan aku bahas adalah tentang pengalaman pribadiku dalam menerima "body shaming".
"Siapa sih yang sering body shaming-in aku?"
"Apa yang mereka bilang?"
Jawabanku adalah hampir semua orang pernah bahkan sering body shaming-in aku. Baik yang baru pertama kali ketemu bahkan sampai orang-orang terdekatku, misalnya sahabat dan keluarga. Orang yang baru kenal seringkali bilang "Oh ini to yang namanya Hasna.. Ya ampun kecil banget ya ternyata!", kemudian temen yang udah lama ngga' ketemu juga biasa bilang "Has, kok masih jerawatan aja?" atau "Has, kok masih pendek aja gak berubah!" lalu ditambah dengan ungkapan "Hahahaha..." sebagai ekspresi kepuasan dan keseruan dari perkataan sebelumnya.
Kalau dari sahabat, mereka sering bilang "Hasna ini, kecil, ngeselin pula! Hahaha..."
Kalau keluarga, biasanya nenek atau saudara-saudara yang agak jauh atau jarang ketemu. Contohnya, mereka bilang "Na, kok badanmu kecil banget, mbakmu lho tuwuwuwinggi!".
"Gimana perasaanku pas di body shaming-in orang lain?"
Biasa aja sih, karena dari kecil pun udah sering juga dengerin penilaian orang lain tentang kondisi fisikku. But sometimes, it feels so bad saat aku lagi banyak pikiran, banyak masalah, sumpek atau badmood, rasanya semua perkataan orang kerasa banget 'toxic'nya. Sampe bikin kuping panas, kesel, emosi, dan ngejawab perkataan mereka dengan ungkapan marahku.
Sebenernya gini loh, yang orang lain katakan mengenai fisikku, sejujurnya aku sendiri udah tahu. Misalnya, aku pendek, aku tahu itu, aku jelek, aku juga tahu pasti itu. So, I think kalian nggak perlu ucapin juga aku udah tau. Nggak ada gunanya buat aku maupun kalian, kan?
Yang ada, cuma nambahin sedih, malu, dan beban mental buat aku. Itu yang aku tahu. Entah apa efeknya di orang yang ngelakuin itu ke aku. Mereka jadi puas atau seneng, maybe?
"Pernah nggak ngalamin kondisi terburuk dalam hal body shaming ini?"
Kalau ditanya demikian, jujur aku nggak tahu. Mungkin karena aku nerima body shaming ini terus-menerus, selama ini. Kondisi terburuk biasanya akan kerasa waktu lagi banyak pikiran dan banyak masalah. Rasanya hal ini bikin mental aku bener-bener down, sedih, malu, nangis, marah ke diri sendiri, nyalahin gen dari orangtuaku, nyalahin takdir. Yass, aku pernah.
Selama ini yang paling aku sering dapet adalah ungkapan "badan kamu pendek banget!", itu pernah bikin aku sedih banget sampe berhari-hari, nangis semalem suntuk, mengurung diri di kamar, malu keluar rumah, malu pergi-pergi, benci diri sendiri sampe nggak sudi lihat kaca, aku pernah.
Sampe nggak jarang juga aku mikir, bener sejelek itukah aku? Bener sememalukan itukah aku? Apa itu alasannya aku jadi introvert sampe saat ini? Itu yang bikin aku punya sedikit temen? Mungkin nggak ya, temenku malu punya aku? Atau bahkan keluargaku malu punya aku?
"Apa yang pengen aku sampaikan ke orang-orang yang body shaming-in aku?"
Aku mau berterimakasih. Terimakasih sudah diingatkan kalau aku pendek, aku jelek, aku item, dan jerawatan. Tapi aku juga mau bilang kalau kalian jahat banget. Kalian udah berhasil bikin mental aku down, bikin aku kehilangan kebanggaan atas diri aku sendiri, kalian sukses bikin aku jadiorang yang semakin pemalu, tertutup, pendiem, dan beberapa sifat buruk lainnya. Aku juga mau ingetin satu hal ke kalian. Kata banyak orang, karma itu nyata berlaku di dunia. Semoga kalian nggak lupa, ya. Aku doain juga semoga anak cucu kalian nggak ada yang sejelek dan seburuk aku.
Aku juga pengen kalian tahu, kalau aku adalah manusia biasa. Aku adalah seorang hamba dari Tuhanku, yang tidak diciptakan dengan hati yang terbuat dari baja. Aku juga punya banyak masalah.
Aku lemah.
Aku dibesarkan dengan banyak hantaman yang keras dan tak kenal ampun.
Aku, tidak sekuat itu!
Kalau pun semua orang diberi kesempatan untuk memesan kondisi fisik seperti apa yang diinginkan untuk wujud badan selama hidup di dunia, pastinya juga tak seorang pun akan meminta untuk mendapatkan fisik yang buruk.
Semua orang mungkin saja akan meminta untuk terlahir menjadi Ariana Grande dan Zayn Malik.
Ini juga menyangkut kehendak dan kuasa Tuhan, rekan-rekan sekalian.....
Jika selama ini kalian menertawakan kekurangan fisikku, kalian punya selera humor yang kacau.
Itu tidak lucu.
"Apa pesanku untuk semua orang mengenai body shaming?"
Jika kalian masih saja menilai orang lain secara fisik, maka orang lain juga akan menilai kalian secara fisik.
Sebenarnya ada banyak hal yang lebih pantas untuk dijadikan penilaian terhadap probadi seseorang, selain fisik, yaitu sifat dan kepribadiannya, perilaku sosialnya, ketaatan beragamanya, dsb.
So, jangan jadi orang jahat ya!
Semoga Allah senantiasa melimpahkan kebaikan kepada kalian. Aamiin....