Tapi aku memang tak tahu harus bagaimana lagi
Aku bingung harus seperti apa
Yang jelas hatiku jujur
Aku tak bisa membohongi diriku sendiri
Ibuk,
Mengertilah hatiku
Putrimu ini tak menghendaki dia kembali lagi ke tengah2 kita yang sudah cukup tenang ini
Apapun alasannya
Aku tidak akan bisa terima buk
Pahamilah aku
Aku terlalu lelah untuk menangis lagi
Aku sudah terlalu tak berdaya untuk mengeluh lagi
Lebih baik aku pergi dari rumah buk
Daripada harus menahan sakit yang bertubi
O ya
Aku juga ingin bertanya, buk
Kenapa semalam dia bisa kembali?
Kenapa ada pintu terbuka untuknya?
Kenapa bisa itu terjadi tanpa aku tahu?
Sengajakah?
Memang direncanakan kah?
Kalau benar tolong katakan saja buk
Daripada rasa ini menghantuiku
Aku ingin bertanya
tapi untuk apa
Aku kira sudah tidak ada gunanya
Mungkin ibuk menganggapku hanyalah anak kecil yang tak tahu apa2 tentang urusan orang dewasa
Mungkin ibuk menganggapku tak berhak tahu permasalahan orang dewasa
Sayang sekali aku tidak terlalu berani untuk mengungkapkan pertanyaan penuh teki ku itu, buk
Jangankan mengucapkan secara lisan
Merenung sendiri pun aku tak mampu menahan air mata
Aku selalu tak berhasil menahannya
Ia akan selalu tumpah
Aku membiarkannya , buk
Karena, mungkin hanya ia yang mampu menunjukkan seberapa sakit batinku selama ini
Bukan apa
Aku hanya kecewa
Atas kembalinya dia
Aku tidak bisa terima
Tolong ibuk berfikirlah
Mau sampai kapan disakiti
Mau sampai kapan dibohongi
Mau sampai kapan dirayu
Mau sampai kapan digombali
Mulutnya penuh racun, buk
Ku kira ibuk sudah cukup tahu
Nyatanya masih saja sampai sekarang ibuk bisa percaya
Nyatanya masih saja sampai sekarang ibuk bisa menerimanya
Ibuk, maaf
Ibuk tidak terlalu bodoh kan?
Ibuk mengajarkanku untuk pintar bukan?
Tolong tunjukkan kalau ibuk tidak terlalu bodoh untuk terus dibodohi oleh orang bodoh seperti dia
O ya
Kalau ibuk berfikir mau kembali dengannya
Dengan alsan karena tak mampu membiayai pendidikanku
Maaf, buk
Tapi sebaiknya katakan dengan lugas saja di depanku
Aku bisa, memutuskan untuk bekerja dahulu sebelum meneruskan studiku
Bukan masalah besar bagiku, buk
Lebih baik menunda studi daripada mengulang bencana dalam keluarga lagi, bukan?
Sehingga aku tak perlu lagi ada dia, buk
Sehingga tak ada alasan lagi untuk ibuk kembali menerimanya
Aku salah buk?
Katakan saja
Ku kira engkau sudah cukup tahu buk
Putrimu ini peka rasa
Sangat mudah merasa
Tanpa kata pun aku selalu mampu menerjemahkan apa yang sedang terjadi
Satu lagi yang perlu ibuk tahu..
Lahir batin aku membenci dia
Alasanku adalah karena aku tidak pernah rela air matamu berjatuhan karena dia, buk
Dia terlalu hina untuk kau tangisi, buk
Karena aku tak pernah rela surga terdekatku digores hatinya dengan luka
Karena aku tak pernah rela, kehidupan wujud kasih Tuhanku padaku di khianati separah ini
Aku menbencinya karena aku menyayangimu, buk.
Maaf apabila aku pernah membuat air matamu menetes buk
Maaf apabila aku pernah membuat hatimu terluka buk
Maaf apabila aku pernah menyakitimu dan mengecewakanmu buk
Maaf aku belum pernah menunjukkan baktiku padamu
Maaf aku belum pernah membanggakanmu
Maaf jika sampai saat ini kau belum pernah bangga memiliki aku dalam hidupmu, buk
Tunggu suatu nanti, doakan aku agar dapat membanggakanmu buk.
Pahamilah buk. Aku mencintaimu fillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar